Berita

Flexslider

    Pesan Putra Aceh Dari Papua, Pu I Peugah

    Pesan Putra Aceh Dari Papua
    �Jabatan hanyalah titipan dan amanah yang sangat besar adalah tanggung jawabnya kepada Sang Ilahi.Kebahagian rakyat yang dipimpin oleh seorang pemimpin adalah harapan terindah yang sangat diharapkan rakyat ban sigoem Atjeh.�

    Sejak kecil impian saya ingin sekali bergabung dengan Angkatan Gerakan Atjeh Merdeka (AGAM) yang pada saat itu masih dijuluki Atjeh Merdeka (AM).

    sejak kecil orang tua saya sudah memperkenalkan saya tentang perjuangan Bangsa Atjeh dalam mempertahankan harkat dan martabat jati dirinya dari ketidak-adilan pemerintahan NKRI pada masa itu. Sebelum indonesia merdeka Atjeh adalah Negara yang sudah berdaulat dengan sistem pemerintahan kerajaan. Jika sejarah Atjeh kita bahas satu persatu pasti tidak akan pernah habis ceritanya.

    kenapa terjadi pemberontakan pada masa (Alm) Tgk.Daud Beureu�eh dan kenapa terjadi pemberontakan pada masa (Alm) Tgk.Hasan Tiro? Hanya sejarah yang bisa menjawab.

    Dari usia saya 3 tahun saya sudah diperkenalkan dengan yang namanya perjuangan Bangsa Atjeh dan saat itu orang tua saya selalu mengatakan kepada saya, setiap tempat (basis AGAM) yang kami lalui cukup jadi cerita di antara kami berdua saja.

    Setiap hari Minggu kecamatan Tiro adalah rutinitas saya bersama orang tua saya untuk melakukan pengobatan kepada masyarakat di seluruh daerah di Tiro. Orang tua saya adalah seorang perawat yg pernah menjalankan tugas di kecamatan Tiro dimasa pendeklarasian Atjeh Merdeka di Gunong Halimon tahun 1976.

    Perjalanan kami dimulai dari sebuah desa bernama adalah Ujong Rimba.Perjalanan dari Desa Ujong Rimba melewati rute-rute yang dikuasai (basis) AGAM. Dari Desa Ujong Rimba-Toengweng-Tengpria-Tiro dan seluruh desa yg ada di pedalaman Tiro.

    Yang membuat saya senang adalah disaat kami bertemu dengan rombongan AGAM yang membutuhkan pertolongan medis dimana saya langsung siap jadi asisten orang tua saya dalam membantu tindakan medis terhadap AGAM. Walaupun terkadang pihak militer mencium pergerakan orang tua saya dan berbagai siksaan yang diterima orang tua saya dari pihak militer Indonesia tidak pernah membuat orang tua saya mundur untuk melakukan perjuangannya melalui pelayanan medis untuk para anggota dan tokoh elite AGAM diwilayah Tiro.

    Walaupun sampai sekarang bekas siksaan setrika di punggung sebelah kanan bagian bawah masih berbekas dari pihak militer Indonesia pada saat itu, jiwa nasionalisme orang tua saya dalam hal kesejahteraan perjuangan masyarakat Atjeh tidak pernah beliau menutup mata.

    Mayoritas masyarakat Atjeh pastinya merasakan siksaan di saat masa konflik, banyak air mata yg berlinang tapi itulah bukti sejarah masa konflik.

    Saya hanyalah orang biasa, walaupun impian saya saat saya berumur 3 tahun waktu itu tidak bisa terwujud dan puji syukur kepada Allah saya diberikan kesempatan untuk bisa menekuni perjalanan hidup saya di bidang medis. Walaupun sempat jatuh bangun saya pernah menjalankan tugas di Atjeh dan tepatnya di Puskesmas Delima kabupaten Pidie pada tahun 2012 s/d pertengahan 2013.

    Akhirnya saya memilih jalan hijrah ke Papua pada pertengahan tahun 2013 untuk bisa melayani masyarakat di pedalaman Papua.

    Walaupun tubuh saya di Papua namun hati saya tetap berada di Atjeh. Jauh dari lubuk hati yang teramat dalam, harapan saya di ufuk timur Indonesia dan tepat nya, semoga rakyat ban sigoem Atjeh selalu dalam keadaan damai menjelang Pilgub dan pilkada.

    Bek teuwo kaloen seujarah endatu dan tujuan perjuangan syuhada geu tanyoe yan ka geu woe bak Allah.

    Soe mantoeng yang akan memimpin rakyat aceh di tingkat provinsi dan kabupaten sampoe ketingkat kecamatan dan tingkat kampoeng, harapan u loen tuan, rakyat Atjeh beumakmu dan sejahtera dalam perekonomian.

    Bek teu woe kaloen aneuk yatim piatu masa konflik dan pasca konflik, bek teu woe kaloen fakir-miskin dan kaoem dhuafa dan para tokoh-tokoh kombatan pejuang atjeh yg kureung perhatian dari pemerintahan Atjeh dan semoga pemimpin bangsa atjeh beu �k geu peuwoe teuma mareuwah seuramoe mekkah di bumoe Atjeh.

    Sumber: acehtrend

    Illiza Luncurkan DILo Banda Aceh, Pu Nyan ?

    Headline7,Illiza Luncurkan DILo Banda Aceh, Pu Nyan ?
    Illiza Luncurkan DILo Banda Aceh
    BANDA ACEH � Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa�aduddin Djamal SE bersama Direktur Digital dan Strategic Portofolio TELKOM, Indra Utoyo dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif RI, Hari S Sungkari meluncurkan Digital Innovation Lounge (DILo) Banda Aceh, Selasa 4 Oktober 2016, di gedung IT Learning Center (Gedung Garuda Lama), jalan Syech Muda Wali, Banda Aceh.

    Peluncuran DILo ini disaksikan juga Wakil Walikota Banda Aceh, Drs Zainal Arifin, Sekdakota Banda Aceh, Ir Bahagia DiplSE, Ketua DPRK Arif Fadillah, Direktur Politeknik Aceh Zainal hanafi serta sejumlah anak muda Banda Aceh dari komunitas IT, seperti Relawan TIK Aceh, Komunitas Developer Aceh (KODE), MIT Aceh, Jaringan Informasi Rakyat (Jariyat), siswa-siswi SMK 5 dan para mahasiswa Politeknik Aceh.

    Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan dalam upaya perwujudan Kota Madani, pemanfaatan dan penerapan teknologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Teknologi memungkinkan sebuah kota untuk melayani masyarakatnya secara cerdas. Pelayanan yang tidak terhalang oleh keterbatasan waktu, jarak, biaya, maupun keakuratan pelayanan.

    �Namun demikian, konsep cerdas ini membutuhkan komitmen dari dua arah. Pemanfaatan dan penggunaan teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak seharusnya terbatas pada kebijakan pemerintah saja, namun juga dibutuhkan peran serta dan kontribusi dari berbagai pihak lainnya seperti pihak swasta/kelompok bisnis, akademisi serta komunitas,� ujar Illiza.

    Karenanya, lanjut Illiza, pembentukan DILo ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan.
    �Ini merupakan wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan Kota Banda Aceh yang cerdas,� tambah Illiza.

    Illiza menyadari, bahwa masyarakat Kota Banda Aceh sangat aktif dan peka terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini terbukti dengan tercatatnya Banda Aceh sebagai kota dengan penggunaan internet tertinggi di Indonesia. Komunitas IT di Kota Banda Aceh juga aktif di dalam mendukung kegiatan pembangunan berbasis IT.

    �Hal ini yang kemudian mendorong kami untuk bekerjasama dengan TELKOM dan stakeholder lainnya untuk menyediakan wadah khusus bagi pengembangan inovasi berbasis digital,� ungkap Illiza.

    Illiza berharap, dengan adanya fasilitas Digital Innovation Lounge (DILo) ini, maka setiap pelaku IT dan seluruh komunitas IT di Banda Aceh akan memiliki wadah untuk mengembangkan inovasi kreatif digital. Mereka juga dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas diri dibidang industri kreatif digital, sehingga aktivitas kewirausahaan  digital kreatif dapat pula meningkat di Banda Aceh.

    �Harapan lain, agar identitas kota Banda Aceh dengan berbagai nilai-nilai yang kita junjung tinggi dapat terpromosikan dan menjadi khas pengembangan inovasi berbasis digital oleh inovator Banda Aceh,� harap Illiza.

    Sumber: klikkabar

    That Gawat,'Kontraktor, Doa Rakyat Beu Bagah Matee''

    Kontraktor, Doa Rakyat Beu Bagah Matee''
    BANDA ACEH - Warga Cot Irie, Aceh Besar, melancarkan protes kepada kontraktor Jalan Blang Bintang Lama melalui coretan-coretan hujatan di karton dan kardus. Coretan-coretan ini kemudian ditancapkan di sebilah kayu, di ruas jalan, Selasa, 4 Oktober 2016.

    Protes ini dilakukan masyarakat karena lelah menghirup debu jalanan yang sejatinya dalam tahap pengerjaan. Sekitar 400-500 meter ruas jalan yang sudah ditimbun pasir tidak kunjung diaspal. Akibatnya ruas jalan menjadi becek di musim penghujan dan berdebu dikala musim panas.

    "Ka rap peut buleun kamoe pip Abee. Sayang aneuk mit (hampir empat bulan kami menghirup debu. Sayang anak-anak)," ujar salah satu warga yang minta namanya ditulis.

    Amatan wartawan di lokasi, ada beberapa tulisan di karton yang menyita perhatian pengguna jalan. Seperti salah satunya adalah "Kontraktor: Doa Rakyat Beu Bagah Matee."

    Ada juga tulisan, "Mari Kita Doa Bersama, Pembohong Pemborong Cepat Mati" dan beberapa cacian lainnya.

    Hingga saat ini, portalsatu masih menelusuri pihak yang bertanggungjawab atas pelaksanaan peremajaan jalan Blang Bintang Lama, Cot Irie tersebut. Apalagi sepanjang amatan di lokasi, tidak ada satu pamflet pun yang menerangkan detil pelaksanaan proyek di kawasan Aceh Besar ini.

    Sumber: portalsatu

    Sayang Teuh,Keuchik Meunasah Tuha Tewas Ditabrak Truk Pengangkut Tanah

    Sayang Teuh,Keuchik MHeadline7,Sayang Teuh,Keuchik Meunasah Tuha Tewas Ditabrak Truk Pengangkut Tanah eunasah Tuha Tewas Ditabrak Truk Pengangkut Tanah
    Keuchik Meunasah Tuha Tewas Ditabrak Truk Pengangkut Tanah 
    Nahas, Keuchik Gampong Meunasah Tuha, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Abdullah, (41), tewas dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi pada pukul 12.00 WIB, Selasa (4/9/2016) siang tadi. Kejadiannya persis di jalan lintas Gampong Meunasah Blang, kecamatan setempat.

    Informasi diperoleh GoAceh, korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit BL 2686 Q dan berada di tanggul Meunasah Blang. Korban kemudian hendak melaju ke arah jalan Cot Girek, namun saat menaiki bibir jalan yang penuh lubang dan bebatuan itu tiba-tiba oleng, sehingga sepeda motor miliknya terseret ke bagian parit. Sedangkan korban terpental ke arah badan jalan.

    "Korban kemudian ditabrak oleh sebuah truk pengangkut tanah yang datang dari arah berlawanan. Korban meninggal di tempat," kata Kasat Lantas Polres Aceh Utara AKP Ikmal.

    Ikmal menambahkan, truk bernomor polisi BL 8699 KC tersebut dikendarai oleh Alhadi, (33), warga Gampong Ara AB, kecamatan setempat. Kini, Alhadi bersama truk yang dikendarai sudah dibawa ke Pos Lalu Lintas di Terminal Bus Lhoksukon untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
    Sumber: go aceh

    Jokowi Tak Jelas, Bupati Aceh Utara di Serang

    Headline7,Jokowi Tak Jelas, Bupati Aceh Utara di Serang
    Puluhan masyarakat Aceh Utara berunjuk rasa menuntut ganti rugi lahan mereka yang gusur untuk pembangunan Waduk Keureto (Waduk Jokowi). Aksi ini berlangsung di depan kantor Bupati Aceh Utara.
    LHOKSEUMAWE - Puluhan masyarakat Aceh Utara berunjuk rasa menuntut ganti rugi lahan mereka yang gusur untuk pembangunan Waduk Keureto (Waduk Jokowi). Aksi ini berlangsung di depan kantor Bupati Aceh Utara.

    Waduk Keureuto itu beroperasi pada 2015. Peresmiannya dilakukan sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Namun hingga kini, pemerintah belum membayarkan ganti rugi atas pengalihan lahan masyarakat tersebut. Mereka berasal dari Kecamatan Paya Bakong, Kecamatan Tanah Luas dan Kecamatan Samudra.

    �Sudah dua tahun lamanya belum ada titik terang mengenai persoalan ganti rugi. Kami tak bisa lagi berkebun karena tak punya tanah lagi,� kata Sulaiman, seorang masyarakat Paya Bakong, di sela-sela unjuk rasa, Selasa (4/10).

    Sulaiman mengatakan para pemilik tanah mendapatkan surat yang ditandatanggani oleh Bupati Aceh Utara untuk mencairkan biaya ganti rugi ke Bank BNI Syariah. Namun setiba di bank, uang ganti rugi itu tidak bisa dicairkan.

    Pihak bank mengarahkan pemilik tanah, untuk mempertanyakan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. �Sebelumnya kami disuruh buat buku rekening di Bank BNI Syariah Lhokseumawe agar biaya ganti rugi lahan ditransfer langsung. Bahkan buku rekening itu tidak pernah diserahkan kepada kami,� tutur Sulaiman.

    Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara Murtala mengatakan, ada persoalan sehingga dana ganti rugi itu tidak bisa dicairkan, karena pihak kejaksaan meragukan nama-nama penerima ganti rugi lahan pembangunan waduk Krueng Kreuto.

    �Pihak kejaksaan meragukan apa yang telah kami kerjakan, makanya dana itu tidak bisa dicairkan. Saat ini untuk persoalan ganti rugi lahan tersebut, kita limpahkan kepada Muspida di tingkat provinsi,� tutur Murtala.

    SUmber: ajnn

    Ahok Sebut Sandiaga Ngemplang Pajak

    Headline7,Ahok Sebut Sandiaga Ngemplang Pajak
    Ahok Sebut Sandiaga Ngemplang Pajak
    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) "menyerang" kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai pengusaha pengemplang pajak, karena ikut program Tax Amnesty. Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi Mardani Ali Sera menanggapi pernyataan Ahok tersebut dengan santai.

    "Silahkan biar publik yang menilai," kata Mardani saat dihubungi, Selasa (4/10/2016).

    Mardani mengatakan seharusnya Ahok mendukung program Tax Amnesty. Program ini merupakan inisiatif pemerintah dalam merapikan basis pajak yang selama ini cukup berantakan.

    "Tax Amnesty program pemerintah. Melaksanakan program pemerintah adalah kewajiban warga negara," ulas Mardani.

    "Masyarakat harus dukung kalau memang ingin membantu Pemerintah sukses," imbuh politikus PKS ini.

    Sebelumnya, Ahok menjelaskan pengusaha diuji ketaatannya dengan harus membayar secara rutin. Menurutnya, pengusaha yang mengikuti Tax Amnesty adalah pengemplang pajak.

    "Nah, kalau buat yang bukan pejabat, maka yang dilaporin itu pajaknya. Makanya untuk orang biasa yang tidak bisa membuktikan pajak yang dia bayar, dengan gaya hidupnya, di situlah pemerintah mengeluarkan yang namanya Tax Amnesty. Nah, dalam hal ini Pak Sandiaga ikut. Berarti itu juga membuktikan Pak Sandiaga dulu itu ngemplang pajak, enggak bayar pajak gitu loh ya," kata Ahok. 

    Sumber: detik

    Lhokseumawe Kedua Tertinggi Inflasi

    Headline7,Lhokseumawe Kedua Tertinggi Inflasi
    Lhokseumawe Kedua Tertinggi Inflasi
    Lhokseumawe menjadi kota kedua tertinggi inflasi (1,44 persen) selama September 2016 dari 82 kota di Indonesia yang dipantau Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama Bank Indonesia. Sedangkan Meulaboh di urutan keenam (0,83 persen) dan Banda Aceh urutan kesembilan (0,78 persen). Inflasi adalah merosotnya nilai uang karena mahalnya harga barang.
    Kepala BPS Aceh, Wahyudin MM, menyampaikan hal ini dalam siaran resmi statistik di kantor BPS setempat, Senin (3/10). Menurutnya, cabai merah dan ikan tongkol menjadi komoditas yang memberi sumbang tertinggi terhadap inflasi di Banda Aceh September 2016, sebagaimana dilansir BPS Aceh, harga barang dan jasa di Banda Aceh mengalami inflasi (naik) 0,78 persen.
    �Secara agregat untuk Aceh mengalami inflasi sebesar 0,98 persen. Angka inflasi ini diperoleh dari gabungan tiga kabupaten/kota di Aceh yaitu Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Meulaboh yang juga mengalami inflasi sehingga masuk sepuluh besar inflasi tertinggi di kota-kota pulau Sumatera,� kata Kepala BPS Aceh, Wahyudin MM.
    Wahyudin menyebutkan ada 20 barang dan jasa yang memberi andil besar untuk inflasi di Banda Aceh, yaitu cabai merah, tongkol, cabai rawit, cumi-cumi, cabe hijau, semangka, minyak goreng, udang basah, salak, semen, rokok putih, kembung, rokok kretek filter, rambe, buah melinjo, daun singkong, tomat sayur, tarif sewa becak mesin, bandeng, dan daun melinjo.
    Selain itu juga ada 20 angkutan barang dan jasa yang mengalami penurunan harga di Banda Aceh yaitu daging ayam ras, pir, angkutan udara, jeruk, gula pasir, ayam hidup, apel, emas perhiasan, ketimun, wortel, daun seledri, bawang merah, daging bebek, bensin, biji nangka, sirop, ikan kayu, kacang hijau, telur ayam ras, dan brokoli.
    Sementara itu, Kepala BPS Lhokseumawe, Mukhlis, dalam siaran pers resmi di BPS setempat kemarin, juga menyebutkan kelompok bahan makanan yang terbesar menyumbang inflasi pada September, yakni cabe merah, cabe hijau, cabe rawit, kacang panjang dan tongkol serta beberapa komunitas lainnya.
    Pada kesempatan sama, Kepala BPS Aceh, Wahyudin MM, mengatakan inflasi menyebabkan daya beli menurun, sehingga berpengaruh ke hal lainnya, bahkan jika terus-terusan terjadi, maka kemiskinan makin tinggi. �Karena itu diperlukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik itu provinsi maupun kabupaten/kota harga tidak terus mengalami peningkatan,� katanya.
    Wahyudin menyarankan agar TPID meneliti 20 komoditi yang sering muncul sebagai penyebab inflasi selama 2016 ini untuk kemudian mencari cara agar harga komoditi-komoditi itu bisa stabil, baik dari sisi produksinya, distribusinya, dan stoknya.
    �Misalnya pada bulan-bulan tertentu stoknya banyak. Kemudian bagaimana caranya supaya ada stok, sehingga nanti harga tidak naik dan tidak membebani masyarakat. Nah, TPID itu berperannya di situ,� tutup Wahyudin.

    Sumber: serami

    Nenek tanpa Identitas Dirawat di RSUCM, Supo Nek ?

    Headline7,Nenek tanpa Identitas Dirawat di RSUCM, Supo Nek ?
    Nenek tanpa Identitas Dirawat di RSUCM
    Seorang nenek berusia 70-an tahun, hingga Senin (3/10), masih dirawat di Ruang Bedah Wanita Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara di Buket Rata, Lhokseumawe. Wanita tanpa identitas itu dirawat karena patah kaki kanan akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Sabtu (1/10) sekitar pukul 07.15 WIB.

    Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana, menjelaskan, saat itu satu unit sepeda motor yang dikendarai Maskur (15), warga Dewantara, Aceh Utara, bergerak dari arah barat ke timur. Sampai di lokasi, tiba-tiba nenek tersebut menyeberang jalan hingga terjadi kecelakaan. �Maskur hanya mengalami luka lecet, sedangkan nenek itu patah di kaki kanan,� jelasnya.

    Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Arun, selanjutnya dipindahkan ke RSUCM. �Sampai saat ini korban masih di rawat di rumah sakit tersebut, belum diketahui identitasnya karena terus berbicara ngawur,� demikian Iptu Mulyana.

    Mualem dan Cek Mad Hadiri Zikir Akbar Tastafi di Aceh Utara

    Headline7,Mualem dan Cek Mad Hadiri Zikir Akbar Tastafi di Aceh Utara
    Mualem dan Cek Mad Hadiri Zikir Akbar Tastafi di Aceh Utara
    Aceh Utara - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menghadiri Majelis Pengajian dan Zikir Akbar Tastafi (Tasauf, Tauhid, Fiqih)  yang di seleranggarakan Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Aceh di Lapangan Utama Simpang Landing, Lhokseukon, Aceh Utara, Senin 3 Oktober 2016 malam. 

    Selain Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, tampak hadir TA Khalid calon waki gubernur Aceh yang berpasangan dengan Mualem di Pilkada 2017 mendatang.

    Para jamaah terlihat larut dalam zikir yang dipimpin Abah Muhammad Jafar atau yangg lebih dikenal Abah Lhok Nibong.  Ribuan jamaah menggenakan pakaian serba putih tampak memadati tenda-tenda yang telah disediakan panitia.

    Pada kesempatan tersebut Waled Hasanul Basri atau Abu Mudi Samalanga juga melantik dan mengukuhkan Pengurus Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Aceh Utara yang di ketuai oleh Waled Sirajuddin. 

    "Saya ucapkan selamat kepada para pengurus Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Aceh Utara yang sudah di kukuhkan," kata Abu Mudi Seusai mengukuhkan para pengurus. 

    Abu Mudi berharap kehadiran Majelis tersebut di Aceh Utara dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga nantinya dapat disusul dengan pembentukan pengurus di tingkat kecamatan di Aceh Utara. 

    Sementara itu, Mualem dalam sambutan singkatnya berharap pengurus Tastafi Aceh Utara mampu memimpin majelis tersebut dan menjalan kegiatan zikir dan pengajian.

    "Dengan Tastafi inilah kita mendekatkan diri kepada Allah dan merubah Akhlak kita menjadi Akhlak yang Mulia," kata Muzakir.

    "Dengan kita memperbanyak Zikir insyallah Akhlak kita akan berubah dengan syarat kita punya keinginan untuk merubahnya," kata Mualem. 

    Mualem mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tahun baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah untuk memperbaiki diri dan merubah akhlak menjadi Akhlakul Karimah

    Sumber: mediaaceh

    Warga Terpaksa Mendorong Sepeda Motornya Saat Melintasi Jembatan Ini

    Headline7,Warga Terpaksa Mendorong Sepeda Motornya Saat Melintasi Jembatan Ini
    Warga Terpaksa Mendorong Sepeda Motornya Saat Melintasi Jembatan Ini
    IDI�  Kondisi jembatan yang rusak parah  warga yang melintasi terpaksa mendorong sepeda motornya saat melintasi jembatan yang menghubung antara desa Aluebu Tuha dengan Gampong Aluebu Tunong, kebon tempen dan paya biek kecamatan peureulak barat, Aceh Timur.

    kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan sangat membahayakan warga yang melintasinya apabila tidak berhati-hati.

    Bahkan pengendara kendaraan roda dua terpaksa harus turun dari motornya untuk melewati jembatan ini.

    �Dari pengakuan warga yang melintasi, jembatan ini sudah lama rusak dan belum juga di perbaiki  kondisinya saat ini mengkhawatirkan jika melewati jembatan  ini dan harus ekstra hati-hati,� ungkap Husna warga aluebu tuha pada saat melintasi jembatan ini sambil mendorong kendaraannya pada acehsatu.com Rabu, 28/09/2016

    ?�Dikeluhkan kondisi jembatan yang dibangun pemerintah kabupaten Aceh timur Puluhan tahun ini, sudah memperihatinkan dan membahayakan warga masyarakat yang melintasinya. Sampai saat ini belum ada tanda-tana upaya perbaikan dari pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun melalui pihak terkait.

    Dia meminta kepada pemerintah dan pihak terkait agar tidak menutup mata dengan kondisi jembatan ini. Segera mungkin jembatan ini diperbaiki harapnya

    Sumber: acehsatu

Feature