Khusus Aceh

Flexslider

    Mesum Di Salon, 2 Pria Homo Ditangkap Warga Di Langsa

    homo


    Langsa - Dicurigai sedang berbuat mesum, dua orang laki-laki berinisial RA (18) dan KF (28) ditangkap warga di Gampong Labuhan Kuede, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

    "Pasangan sesama jenis tersebut ditangkap warga di sebuah salon pada Rabu malam (7/9) sekitar pukul 24.00 WIB," kata Kapolres Langsa AKBP Iskandar melalui Kapolsek Sungai Raya, Iptu Raja Bangsawan, Jumat malam (09/09/2016).

    Kapolsek menjelaskan, RA tercatat sebagai warga Gampong Alue Bugeng Petir berstatus pelajar, sementara KF tercatat sebagai warga Gampong Seuneubok Jalan dan berstatus pekerja salon.

    Setelah ditangkap warga, kata Kapolsek, kemudian warga melaporkan kepada pihaknya. Mendapat laporan tersebut selanjutnya anggotanya mendatangi lokasi dan mengamankan mereka ke Mapolsek.

    "Berdasarkan pengakuan kedua anak remaja tersebut kepada kami, mereka telah melakukan mesum (hubungan badan) di salon tersebut sebelum ditangkap warga," ujar Kapolsek.

    Kasus tersebut, lanjut Kapolsek sudah diselesaikan secara adat oleh perangkat Gampong di Mapolsek Sungai Raya. Perangkat Gampong dan keluarga pelaku mesum sepakat menyelesaikan secara adat dengan cara ?memotong satu ekor kambing sebagai pembersihan nama gampong yang telah dinodai oleh mereka.

    "Selain minta di pontong kambing, perangkat gampong juga meminta supaya salon tempat mereka berbuat mesum di tutup, dan permintaan tersebut sudah dipenuhi," pungkas Kapolsek.


    sumber : AJNN

    ''Jika Mualem Kalah Di Pilkada 2017, Silahkan Buang Kotoran Di Kuburan Saya''

    juragan samsuardi


    Nagan Raya
    - Kader partai Aceh yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan, menghimbau seluruh masyarakat Nagan Raya agar ikut membantu memenangkan pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid dalam Pilkada Aceh 2017.

    Hal itu disampaikan Juragan dalam orasi politiknya pada acara peresmian posko pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Nagan Raya, Selasa (06/09/2016) siang.

    Menurut Juragan, jika Mualem mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017, maka rakyat Aceh tidak akan punya harga lagi, bahkan akan lebih rendah dari harga kotoran manusia.

    "Begeuteupeu le mak-mak lon, ureung syik meutuwah yang meubahgia, ban mandum geutanyoe beutasadari, nyoe kepentingan Aceh seluruh jih. (Para ibu-ibu, para orang tua saya yang berbahagia, semua kita harus menyadari, ini kepentingan Aceh secara keseluruhan)," ujar Juragan.

    "Meunyo meunang Mualem, meunang Aceh, meunyo talo Mualem, talo rakyat Nagan Raya dan rakyat ban sigom Aceh bandum. (Kalau Mualem menang (di Pilkada 2017), maka menanglah Aceh. Kalau Mualem kalah, maka ini adalah kekalahan untuk rakyat Nagan Raya dan kekalahan seluruh rakyat Aceh," imbuhnya.

    Juragan menambahkan, "Pateh jeut han jeut. Nyan singoh meunyo kon, neutoh ek bak kubu lon. Meuhai yum ek singoh ngen yum geutanyoe meunyo talo Mualem. (Boleh percaya boleh tidak. Kalau yang saya ucapkan ini salah, boleh buang kotoran di kuburan saya. Kalau Mualem kalah, maka harga diri kita akan lebih rendah daripada harga kotoran manusia)".

    Masih berpidato dalam bahasa Aceh, Juragan mengatakan, kalau Mualem menang, maka kemana pun rakyat Aceh pergi masih dihargai.

    "Tapi kalau Mualem kalah, semuanya tidak akan tentu arah. Lebih-lebih orang- orang yang terlibat dalam perjuangan. Boleh percaya boleh tidak, terserah. Silakan pikir dan hayati masing-masing apa yang saya sampaikan ini," ujarnya.

    Oleh sebab itu, menurut Juragan, Partai Aceh harus bisa memenangkan Pilkada kali ini, sehingga kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat lebih terjamin ke depan.


    via SI



    Abon Taleb : Jika Mualem Kalah, Saya Pastikan Perdamaian Aceh Tak Akan Bertahan

    mualem


    Suka Makmue - Sosok ulama yang merupakan mantan tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang hadir dalam Perdamaian MoU Helnsinki, Abon Taleb menyebutkan jika Muzakir Manaf (Mualem) kalah dalam Pilkada Aceh di tahun 2017 mendatang, ia memastikan perdamaian yang selama ini telah terwujud di Aceh dipastikan tak akan selamat.

    Abon Taleb beralasan, jika mantan panglima kombatan GAM ini tak memimpin Aceh ke depan di pemerintahan, maka ada sekitar 80 ribu lebih mantan kombatan di Aceh dipastikan tak akan ada pimpinan yang menaungi kesejahteraan mereka.

    "Saya sampaikan kepada intelijen TNI/Polri yang hadir dalam pertemuan ini, silahkan tulis pidato saya ini. Kalau Mualem kalah di Pilkada, maka saya pastikan perdamaian Aceh takkan bertahan," kata Abon Taleb yang hadir dalam peresmian Posko Pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid di Nagan Raya, Selasa (06/09/2016) sore.

    Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak merongrong Partai Aceh (PA) dengan memecah belah dari dalam di partai tersebut.

    Menurutnya, keberadaan partai PA di Aceh adalah bagian dari perdamaian yang harus terus terwujud dan tak lagi ada konflik bersenjata.

    via SI

    Zaini : Yang Maju Pilkada Harus Saling Menghormati, Jangan Menghina Satu Sama Lain


    zaini



    Banda Aceh � Menjelang pesta demokrasi serentak yang akan dilaksanakan di provinsi Aceh, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mengingatkan agar setiap pasangan calon gubernur, wali kota hingga bupati untuk saling hormat antara satu dengan yang lain.

    Saat peringatan 11 tahun perjanjian damai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, kemarin, selain mengisahkan kilas balik detik-detik perdamaian Aceh, Gubernur turut menyinggung tentang pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) serentak 2017.

    �Kita bekerja keras untuk mensukseskan Pilkada sehingga mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Juga atas nama gubernur, saya mengharapkan supaya pihak-pihak yang maju dalam pilkada ini saling memberi hormat kepada yang lain, bukan menghina antara satu dengan yang lain,� kata Zaini Abdullah.

    Selain itu Zaini meminta, seluruh pihak saling menahan diri sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kasus semisal intimidasi dan pemukulan bahkan pembunuhan jangan sampai terjadi kembali di Aceh.

    Berkaca pada Pilkada di Aceh 2012 lalu, kasus intimidasi bahkan pembunuhan terjadi sepanjang perhelatan pemilihan kepala daerah saat itu. Bahkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) hingga lima kali membuat jeda Pilkada atau lebih dikenal dengan istilah cooling down untuk mendinginkan suasana. �Karena kekerasan tidak akan membawa hasil yang sebaik-baiknya. Semoga tidak terjadi kasus kekerasan di Aceh, Insya Allah,�tegas Zaini.


    sumber : okz

    Tgk Ni : Semua Orang Yang Makan Minum Di Aceh Wajib Menangkan Mualem

    mualem


    Banda Aceh - Ketua Mualimin Eks Tripoli, Zulkarnaini Hamzah alias Tgk Ni menyampaikan bahwa semua orang Aceh wajib memenangkan calon gubernur/wakil gubernur Aceh dari Partai Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid pada Pilkada 2017.

    �Semua orang yang makan dan minum di Aceh wajib menangkan Mualem,� katanya saat memberikan sambutan pada acara deklarasi kandidat kepala daerah dari Partai Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (13/08/2016).

    BACA JUGA : Juru Kampanye PA : Yang Tidak Dukung PA, Haram Terima Beras Gratis
    Dia mengatakan, apabila selama ini ada kader Partai Aceh yang berbeda pendapat atas penetapan calon dari Partai Aceh, katanya, mulai sekarang harus menerima.

    �Jika dulu ada selisih paham, sekarang jangan lagi. Menangkan kandidat di masing-masing kabupaten kota. Jika Rapai Pase sudah bersuara, Partai Aceh menang,� ujarnya.

    Oleh sebab itu, dia berharap agar semua kader untuk bersatu padu memenangkan pasangan calon yang diusung Partai Aceh. �Mari kita bersatu padu untuk memenangkan Partai Aceh di masing-masing kabupaten,� pungkas Tgk Ni.

    BACA JUGA : Yang Tidak Pilih PA, Akan Kita Usir Dari Aceh

    sumber : LN

    Sesosok Mayat Bayi Ditemukan Di Nagan Raya

    mayat bayi di nagan raya


    Nagan Raya - Masyarakat Nagan Raya mendadak heboh dengan penemuan mayat bayi yang diprediksi berumur lima bulan. Bayi malang itu diletakkan di pinggir jalan Nasional Jeuram�Beutong, Kawasan Keude Neulob Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Senin (8/8). Diperkirakan bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap.

    Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi melalui KBO Reskrim Ipda Zuhatta mengatakan, bayi tersebut ditemukan di sekitar dekat jembatan kawasan Keude Neulob, oleh warga yang hendak pergi kerja sekitar pukul 06.00 WIB.

    "Berdasarkan keterangan dokter, bayinya dibuang belum lama dan diperkirakan umur sekitar lima bulan," katanya.

    Selain itu, kata Zuhatta pada saat ditemukan kondisi bayi terbungkus dengan plastik warna putih, ari�ari bayi sudah di luar bungkusan. Untuk kepentingan penyelidikan, bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Nagan Raya.

    "Diketahui bayi memiliki panjang 27 centi meter serta berat 500 gram. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui orang tua yang tega membuang bayi tersebut," ungkapnya.


    sumber : AJNN

    Eksekusi Hukuman Cambuk Di Beurawe, Warga Protes Haji Bakri Tidak Ikut Dicambuk

    cambuk di beurawe


    Banda Aceh - Ketika pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk sedang berlangsung di halaman Masjid Furqan, Gampong Beurawe, Banda Aceh ada sejumlah penonton berteriak meminta agar Haji Bakri Usman (HBU) dicambuk. Penonton bahkan ada yang memanjat pagar meminta HBU segera dieksekusi cambuk seperti orang lain.

    Setiap kali pihak Kejaksaan memanggil terpidana yang hendak dieksekusi, lagi-lagi penonton berteriak agar HBU juga dicambuk. �Haji Bakri pajan dicambuk, cambuk Haji Bakri, beu ade hukum (Haji Bakri kapan dicambuk, cambuk Haji Bakri, hukum harus adil-red),� teriak salah seorang warga di luar halaman Masjid Furqan.

    HBU dikenal selama ini sebagai tokoh masyarakat yang berasal dari Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, hingga sekarang tidak dijatuhi hukuman apapun. Padahal beberapa tahun lalu, HBU tertangkap basah melakukan perbuatan tercela di sebuah hotel di Banda Aceh.

    �Waktu itu Kota Banda Aceh moratorium hukum cambuk, makanya HBU saat itu tidak kita cambuk,� kilah Kepala Satuan Polisi PP-Polisi Syariat Banda Aceh, Yusnardi usai cambuk di Banda Aceh menjawab permintaan warga, Senin (01/08/2016).

    Kendati demikian, pihaknya akan mencoba mempelajari kembali kasus tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, apakah masih bisa diproses atau tidak.

    �Kita akan lakukan koordinasi kembali, pelajari kembali kasus tersebut. Akan tetapi harus diketahui, saat itu perangkat hukum kita belum lengkap, saat ini kami tidak bisa melakukan penahanan seperti sekarang,� pungkasnya.


    sumber : habadaily

Feature