Flexslider

    Cabuli ABG Di Bawah Umur, Pria Asal Peureulak Ini Ditangkap

    cabuli

     

    Aceh Timur - Polisi menciduk F bin Z. Pria berusia 40 tahun ini merupakan warga Alu Bu, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. F ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), remaja putri berusia 14 tahun, Senin lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

    �Kami amankan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Alue Itam, Kecamatan Peudawa,� kata Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu, Selasa (14/06/2016).

    Kata Budi, awalnya pelaku mengenali korbannya melalui komunikasi via ponsel, beberapa bulan lalu. Kebetulan, Senin lalu, Bunga berkunjung ke rumah neneknya di Alue Itam. Saat itulah pelaku menjemput Bunga dan membawanya ke perkebunan sawit di Desa Teumpeun.

    �Saat itu lah korban dicabuli oleh tersangka,� kata Budi.

    Kejadian ini lantas dilaporkan Bunga kepada keluarganya. Mereka memasang perangkap dan menjadikan Bunga sebagai umpan. Bunga meminta F menjemputnya kembali ke rumah nenek.

    Di lokasi, polisi dibantu dengan sejumlah warga dengan sabar menanti sampai F datang dan langsung menangkap pria hidung belang itu.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak kepolisian pun langsung memboyong pelaku ke kantor Polres Aceh Timur. �Saat ini pelaku diamankan dan diproses terkait dugaan pencabulan anak di bawah umur,� pungkas Budi.


    sumber : AJNN

    Minta BBM 7 Ton Tapi Cuma Diberi 1 Ton, Imigran Srilanka Menolak Tinggalkan Perairan Aceh

    imigran srilanka


    Banda Aceh - Kapal berbendera India yang mengangkut puluhan imigran Srilanka menolak untuk meninggalkan perairan laut Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (12/06/2016) sore.

    Padahal mesin kapal yang sebelumnya dilaporkan rusak telah diperbaiki, di samping bahan bakar minyak (BBM) ditambah, makanan dan minuman serta makanan kecil lainnya telah disuplai kepada imigran, tapi kapal tujuan Pulau Christmas, Australia itu tetap menolak meninggalkan perairan Aceh.

    Dari informasi yang berhasil di himpun, penolakan itu dikarenakan mereka meminta penambahan BBM sebanyak 7 ton. Padahal sebelumnya Muspida Aceh Besar bersama Muspika Lhoknga dan instansi terkait lain sudah memberi BBM sebanyak satu ton ditambah 15 kardus mi instan, minuman mineral serta makanan lainnya sebagai stok bagi para imigran Srilanka itu selama menempuh pelayaran ke tujuannya.

    Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto menyebutkan sore kemarin Muspida Aceh Besar bersama para pihak terkait meminta bantuan kapal milik PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) dipinjamkan untuk menyuplai bantuan BBM serta bahan makanan.

    Setelah semua proses itu dilakukan, akhirnya kapal pengangkut imigran itu pun berlayar. Tapi, imigran itu kembali ke lokasi semula tempat mereka labuh jangkar dan tak mau berlayar kembali ke pulau Christmas Australia.

    Adapun kapal berbendera India itu mengangkut 44 penumpang, yaitu 20 perempuan dewasa, 15 laki-laki dewasa, dan 9 anak-anak asal Srilanka terdampar di wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Laut Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

    sumber : SI

    Ahok : Puasa Sambil Temanin Orang Makan Itu Pahalanya Dobel

    ahok



    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim berpuasa di depan orang yang sedang makan justru mendapat pahala berlipat.

    Hal itu, diketahuinya saat bersekolah di sekolah Islam saat di Belitung.

    "Saya sekolah Islam. Kalau teman-teman saya bilang, orang puasa kalau sedang berada sama orang yang tidak puasa yang lagi makan gitu, pahalanya dobel (dua kali lipat)," tutur Ahok, Senin (13/06/2016).

    Ahok mencontohkan saat dirinya bertemu dengan sejumlah profesor muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

    Namun, pihak profesor justru menginzikan Ahok untuk makan siang meski mereka sedang berpuasa.

    "Kemarin siang saya makan di depan profesor-profesor. Beberapa profesor itu tidak makan, karena dia puasa," bebernya.

    Hal itu, kata Ahok, dilakukan atas permintaan pihak profesor. Mengingat, sebelumnya mantan Bupati Belitung Timur itu sempat menanyakan jadwal undangan yang diberikan kepadanya.

    "Waktu diundang, saya tanya, 'eh, lo ngundang gue pas jam makan siang. Lo orang pada puasa nih, gue makan dulu kalo jam 12. Kita ketemu jam 1 aja'. Terus dia jawab apa tau gak? 'Kami sediakan makan siang di rumah'," ujar Ahok.

    Ahok mengaku kaget dengan tawaran tersebut. Mengingat, saat dirinya diizinkan bersantap siang, justru dikelilingi sejumlah orang yang berpuasa.

    "Tuan rumahnya puasa. Lalu saya yang tidak puasa disediakan makan. Posisi duduknya, kanan puasa, depan saya puasa. Ini profesor-profesor loh. Mereka bilang, 'untuk menghormati yang tidak puasa, yang puasa dapat pahala kok. Ini Ramadan Islam nusantara'. Dia (profesor) ngomong gitu loh, tanya sama ajudan saya. Saya udah khawatir," papar mantan anggota DPR RI tersebut.

    Ahok sendiri mengklaim jika dirinya pernah menuntut ilmu di sekolah Islam sejak SD hingga SMP. Selain itu, Ahok juga sempat belajar mengaji dan ilmu Islam lainnya, meski pada akhirnya dilarang oleh pihak sekolah.


    RMOL

    Ciuman Dalam Mobil Di Parkiran Rumah Sakit Zainal Abidin, Sepasang Kekasih Ditangkap

    mesum di rsuza


    Banda Aceh � Seorang Satpam Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) lama, Banda Aceh memergoki sepasang kekasih sedang berduaan dalam mobil di parkiran. Setelah diamankan, sepasang kekasih berstatus mahasiswa ini langsung diserahkan pada pihak polisi Syariat Kota Banda Aceh.

    Kepala Seksi Penegakan Peraturan Undang-undang dan Syariat Islam, Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Evendi A Latif menyebutkan, pasangan ikhtilath (berdua-duaan dengan non-muhrim di tempat sepi) ini dipergoki Satpam, Rabu malam (08/06/2016) sekitar pukul 20.00 WIB.

    Adapun sepasang kekasih tersebut pasang laki-laki berinisial I (23) warga Gampong Lamteumen, Kecamatan Jaya Baru. Sedangkan pasangan perempuannya berinisial ML (23) warga Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa. Keduanya tercatat mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Aceh.

    �Satpam RSUZA yang lama pergoki pertama, waktu diperiksa mereka berduaan dalam mobil,� kata Evendi A Latif, Kamis (09/06/2016) di Banda Aceh.

    Menurut Evendi, mulanya Satpam RSUZA melihat ada wanita dan pria masuk dalam mobil yang terparkir di RSUZA lama, Banda Aceh. Namun, mobil tersebut tetap terparkir. Saat itulah, Satpam curiga pada mobil tersebut dan langsung digerebek.

    Saat digerebek oleh Satpam, jelasnya, mereka memang masih berpakaian lengkap. Akan tetapi, hanya pasangan laki-laki yang sudah terbuka kancing baju depan. Sedangkan perempuan masih berpakaian lengkap.

    �Tetapi pengakuan mereka saat diperiksa baru sekedar berciuman, belum melakukan layaknya suami istri dalam mobil,� ungkapnya.

    Saat ini, keduanya masih sedang menjalani pemeriksaan dari pihak polisi syariat Kota Banda Aceh.
    Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, sepasang kekasih ini bakal  dijerat dengan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat pasal 25 ayat (1) tentang Ikhtilath.


    sumber : habadaily

    Illiza Diserang Banyak Akun Siluman Di Facebook, Timses Berang

    illiza






    Banda Aceh - Banyaknya akun Facebook palsu alias akun siluman yang beredar untuk menyerang Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa�aduddin Djamal dengan bermacam hujatan, membuat tim pemenangan atas nama Barisan Muda Illiza (BMI) berang.

    Hal ini diungkapkan juru bicara (jubir) BMI, Mushawwir, Jumat (10/06/2016). Menurut nya, akun-akun siluman tersebut mengindikasikan bahwa banyak pihak yang ingin menjatuhkan pamor Illiza.

    �Tanpa sebab dan masalah, akhir-akhir ini banyak akun siluman yang bermunculan yang menghujat Illiza,� jelas Mushawwir

    Dirinya menjelaskan, untuk ukuran kota Banda Aceh yang tingkat melek politik masyarakatnya tinggi, seharusnya jika ada yang kurang dari kepemimpinan Illiza sekarang mereka bisa mengutarakan secara baik dengan memberikan solusi.

    ''Saya kira Illiza sangat terbuka untuk setiap kritik dan saran yang membangun, tapi jika terus melalui akun Facebook siluman, maka kita bisa tahu mereka ini hanya ingin membuat gaduh saja menjelang pemilukada dengan menjatuhkan Illiza'' tegasnya.

    �Mari kita semua mengutarakan aspirasi lewat jalur yang baik dan lewat identitas � identitas yang bisa dipertanggung jawabkan� sambungnya lagi.

    Ia juga mengajak semua elemen untuk menciptakan suasana politik yang lebih baik di Kota Banda Aceh tidak mengedepankan fitnah dan hasut ditengah masyarakat. �Mari satukan barisan untuk terus mendukung mewujudkan Banda Aceh sebagai Model Kota Madani,� ajak Mushawwir.

    Katanya, jika ada yang salah dengan kepemimpinan Illiza, silahkan kritik dengan santun tanpa harus menghujat dengan kata � kata makian. �Mari kita berpolitik dengan cara � cara yang cerdas dan dewasa, jikapun selama kepemimpinan Illiza ada yang salah, silahkan ajak berdiskusi dengan kritikan interaksi langsung,� pungkasnya


    sumber : lintasnasional

    Kisah Racun di Kemaluan Putroe Neng yang Tewaskan 99 Pria

    Bicara wanita, Aceh tak hanya memiliki Cut Nyak Dien ataupun Cut Mutia sebagai wanita perkasa. Pun tak hanya Syeikh Keumala Hayati yang menurut sejarah mampu melawan dan menumbangkan 100 prajurit Portugis dalam medan pertempuran pada tahun 1600-an. Berdasarkan kajian sejarah, Putroe Neng juga disebut-sebut sebagai wanita perkasa. Disebutkan, ia tak hanya menumbangkan para lelaki di medan perang, Putroe Neng juga telah menumbangkan 99 lelaki perkasa di ranjang pengantinnya.

    Dalam novelnya yang berjudul “Tatkala Malam Pertama Menjadi Malam Terakhir Bagi 99 Lelaki”, Ayi Jufridar mengungkap kisah percintaan Putroe Neng dengan 100 lelaki yang pernah menjadi suaminya.
    Nian Nio Lian Khie begitulah nama aslinya sebelum memeluk Islam dan menikah dengan Sultan Meurah Johan. Putroe Neng adalah seorang komandan perang wanita Negeri Tiongkok, berpangkat Jenderal dari China Buddha.

    Meurah Johan sendiri adalah seorang pangeran yang telah mengalahkan pasukan yang dipimpin oleh Putroe Neng di medan tempur. Meskipun pada akhirnya bertekuk lutut di medan tempur, namun Putroe Neng nyatanya tidak pernah menyerah di medan ranjang.

    Meurah Johan bersimbah darah, terbujur kaku dengan sekujur tubuh membiru akibat senjata mematikan yang dimiliki oleh Putroe Neng.  Tak hanya sebagai suami pertama, Meurah Johan juga menjadi laki-laki pertama yang merasakan dahsyatnya senjata pamungkas Potroe Neng. Walaupun tidak pernah bermaksud untuk membunuh suaminya sendiri, namun senjata yang dimiliki oleh Putroe telah memakan korban pertama hingga 98 korban berikutnya. Senjata itu adalah racun yang ditanam dalam kemaluannya sendiri, yang dipasang oleh neneknya, Khie Nai-nai saat Putroe remaja.
    Di atas ranjang malam pertamanya, Sultan Meurah Johan pun tergeletak dengan tubuh yang sudah membiru. Sebiru lautan lamuri di siang hari.

    Memang bukan keinginan Putroe Neng untuk menjadikan malam pertama menjadi malam terakhir bagi suami-suaminya. Karena sesungguhnya, racun yang ditanam nenek Putroe didalam kemaluannya tersebut  hanya sebagai  bentuk antisipasi dan senjata ampuh agar Putro tidak menjadi korban keganasan perang di luar ancaman fisik lainnya.

    Dari sinilah kisah 99 lelaki yang menjadikan malam pertama sebagai malam terkahirnya dimulai. Setiap lelaki yang menikah dengan Putroe Neng menjemput ajalnya di ranjang pengantin saat malam pertama. Sebanyak 99 lelaki selalu mengatakan akan bermalam pertama dengan Putroe Neng, tapi tak pernah ada yang berhasil mengatakan “aku telah melewati malam pertamaku dengan Putroe Neng”
    Sampai tiba saatnya, seorang Syeikh Syiah Hudam yang berpuluh-puluh tahun menjadi guru Putroe hendak meminang Putroe sebagai istrinya. Kelak Syeikh Syiah Hudam inilah yang berhasil mengatakan “aku telah melewati malam pertamaku bersama Putroe Neng dengan bahagia”

    Seorang penjaga makam Putroe Neng bernama Cut Hasan mengkisahkan bahwa sebelum bercinta dengan Putroe Neng, Syiah Hudam berhasil mengeluarkan bisa dari alat genital Putroe Neng tanpa Putroe sadari. Racun tersebut dimasukkan ke dalam bambu dan dipotong menjadi dua bagian. Satu bagian dibuang ke laut, dan bagian lainnya dibuang ke gunung.

    Disebutkan, Syiah Hudam yang menjadi suami ke-100 sekaligus suami terakhir Putroe, selamat dari kemelut malam pertama Putroe Neng, karena ia memiliki mantra penawar racun. Sayangnya, setelah racun tersebut keluar, cahaya kecantikan Putroe Neng meredup. Sampai ajal menjemputnya, Putroe Neng tidak mempunyai keturunan.

    Putroe Neng disemayamkan bersama belasan korban perang Aceh abad 11 Masehi, di dalam kompleks pemakaman Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Letaknya persis di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh (trans-Sumatera), yang kini sedang disiapkan menjadi lokasi cagar budaya.

    Tak banyak referensi yang berhasil menggali kebenaran kisah tersebut. Menurut budayawan Aceh, Syamsuddin Djalil alias Ayah Panton, kisah kematian 99 suami hanya legenda meski nama Putroe Neng memang ada. Menurutnya, kematian itu adalah tamsilan bahwa Putroe Neng sudah membunuh 99 lelaki dalam peperangan di Aceh. Syamsuddin Jalil mengatakan bahwa sulit ditelusuri dari mana muncul kisah tentang kemaluan Putroe Neng  yang mengandung racun. Ali Akbar yang banyak menulis buku sejarah Aceh pun juga mengakui kisah kematian 99 lelaki itu hanyalah legenda.

    Berbeda dengan Cut Hasan, penjaga makam Putroe Neng, menurutnya kisah kematian 99 suami Putroe Neng bukanlah mitos. Ia mengaku mengalami beberapa hal gaib selama menjadi penjaga makam. Ia bermimpi berjumpa dengan Putroe Neng dan dalam mimpi itu diberikan dua keping emas. Paginya, Cut Hasan benar-benar menemukan dua keping emas berbentuk jajaran genjang dengan ukiran di setiap sisinya. Satu keping dipinjam seorang peneliti dan belum dikembalikan. Sementara satu keping lagi masih disimpannya hingga sekarang.[sayangi.com]

    Teungku Lah: Magnet Gerakan Aceh Merdeka

    TAHUN 1998 status Aceh sebagai daerah operasi militer (DOM) dicabut oleh pemerintahan Presiden B.J. Habibie dan diumumkan oleh Jenderal Wiranto sebagai panglima TNI. Setelah itu, bermacam kejahatan aparat di Aceh terbongkar. Pemerintah pun akhirnya melakukan berbagai upaya untuk membongkar kebiadaban selama operasi militer, salah satunya Tim Pencari Fakta (TPF) yang dipimpin Baharuddin Lopa.
    Di Aceh saat itu semangat civil society tumbuh dan mekar. Seluruh rakyat Aceh menjadi pendukung perjuangan. Pelbagai organisasi dibentuk untuk membela rakyat Aceh dan memperjuangkan aspirasi. Para korban didampingi dan diadvokasi.

    GAM juga menjadi terbuka dan bekerjasama dengan berbagai organisasi yang ada, perempuan, pemuda dan pelajar demikian juga diaspora di luar negeri. Mahasiswa/mahasiswi di pelbagai kampus berdiri paling depan dalam perjuangan ini.

    Selain semangat keacehan yang menyala setelah DOM dicabut, faktor personal beberapa pemimpin perjuangan di lapangan menjadi daya tarik yang luar biasa.

    Nama-nama seperti Ishak Daud di Peureulak, Ayah Sofyan di Aceh Besar, Sofyan Daud di Pasee, demikian juga Tengku Sofyan Ibrahim Tiba, Cut Nurasikin, adalah di antara nama-nama yang pernah menjadi magnet bagi masyarakat untuk mendukung Aceh Merdeka.

    Salah satu magnet yang sangat besar saat itu adalah Teungku Lah. Teungku Abdullah Syafi’ie. Ramai sekali orang yang mendukung Aceh Merdeka karena kagum akan sosok Teungku Lah.

    Teungku Lah mudah dihubungi oleh berbagai pihak, walaupun mengemban jabatan sebagai panglima tertinggi Angkatan Gerakan Aceh Merdeka, Panglima Chiek Komando Pusat Tiro.

    Suara beliau yang lembut, ketika berbicara di depan media tidak ada nada sombong di suara. Kesederhanaan terpatri jelas di mukanya. Hampir semua yang mengikuti konflik Aceh di media, terkesima dengan sosok Teungku Lah. Sosok yang tegas, ramah, dan membangkitkan semangat.

    Sosok Teungku Lah dan semua pasukan GAM di lapangan menjadi salah satu kekuatan GAM dalam perundingan yang sedang berlangsung di Jenewa. Saat itu berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mematahkan semangat perjuangan dan melemahkan mental para perunding, salahsatunya dengan melakukan pengejaran besar-besaran atas Teungku Lah dan pasukan beliau.

    Saat itu GAM dan pemerintah Indonesia setelah serangkaian pertemuan yang difasilitasi oleh Henry Dunant Centre (HDC), pada tanggal 14 Januari 2002, kedua-belah pihak sepakat untuk kembali bertemu di Jenewa pada tanggal 2-3 Februari tahun itu juga.

    Masa-masa kosong antara pertemuan 14 Januari dan 2 Februari ini, dipergunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan operasi di Aceh guna melemahkan daya tawar perunding GAM dan memaksa untuk menerima semua syarat yang diajukan oleh RI.

    Pertemuan Februari ini hampir saja gagal setelah pertempuran yang menewaskan Teungku Abdullah Syafi’ie pada tanggal 22 Januari. Namun syahidnya Teungku Lah bukan mematahkan semangat, melainkan GAM semakin solid dan tetap melanjutkan pertemuan sesuai dengan jadwal yang disepakati.

    Komitmen GAM untuk melanjutkan perundingan sesuai dengan jadwal yang disepakati, mendapat simpati dari HDC dan dunia internasional, juga membuat pemerintah Indonesia gagal untuk menyudutkan GAM dengan provokasi kekerasan.

    Pimpinan HDC, Andy Andrea sampai sempat menyampaikan statement yang menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan pemerintah sudah menghancurkan rasa saling percaya kedua belah pihak. “This comes at a very difficult time for both sides,
    because confidence has been damaged by the unacceptably high level of violence,” demikian disampaikan Mr. Andrea saat itu.

    Saat itu pimpinan di Swedia sedang sibuk dengan berbagai pertemuan untuk persiapan perundingan di Jenewa pada tanggal yang telah disepakati. Semua pihak yang mendukung GAM di dalam dan luar negeri juga mendapat tugas masing-masing. Ada harapan bahwa perdamaian dan perundingan akan menghasilkan hal-hal yang positif untuk Aceh karena pertemuan selanjutkan akan melibatkan beberapa tokoh internasional yang dikenal dengan nama ‘wise men‘.

    Hari itu, Selasa tanggal 22 Januari, kami di Bangkok mendapat informasi bahwa TNI/Polri melakukan pengepungan di seluruh Aceh, khususnya kawasan Pidie. Hari itu kami sempat mengirimkan email kepada kawan-kawan di lapangan untuk menanyakan keadaan. Ada balasan email dari Irwandi Yusuf atas nama Sofyan Daud, mengirimkan ‘laporan insiden’ di beberapa tempat tentang ancaman TNI Yonif 411 Kostrad atas masyarakat di Simpang Kramat, Kuta Makmur dan berita tentang empat truk Reo penuh personil TNI yang diturunkan di Batee Lapan Simpang Kramat, belum dikirim informasi tentang penyerangan kawasan Jiem-jiem, Pidie.

    Malamnya, kami mendapat berita tentang syahidnya Teungku Lah. Besok harinya, baru dapat informasi dan statement dari Sofyan Dawood, bahwa benar Teungku Lah, istri beliau Asiah, dan 5 pengawal telah syahid di dalam pertempuran di desa Sarah Panyang, Jiem-jiem Pidie, pada hari Kamis 22 Januari pukul 14.30.

    Kami langsung menyebarkan press release tersebut ke semua jaringan. Ada duka yang sangat mendalam ketika mendengar tentang kehilangan beliau. Kalau menurut kata hati, mestinya GAM saat itu sok-mok, membatalkan semua pertemuan selanjutnya yang telah disepakati. Tapi itulah perangkap pemerintah untuk menuding GAM seolah-olah tidak mau berunding, sehingga dikucilkan dunia internasional.

    Tidak perlu waktu lama, beberapa hari setelah itu, setelah pertimbangan yang matang berdasarkan masukan dari lapangan, GAM berkomitmen untuk hadir di dalam pertemuan di Jenewa sesuai dengan yang telah diagendakan.

    Komitmen GAM untuk melanjutkan perundingan juga disebabkan antara lain, bahwa syahidnya Teungku Lah tidak mematahkan semangat pasukan, dalam rentang waktu 24 jam, tongkat komando dialihkan kepada wakil panglima Muzakir Manaf yang saat itu menjabat sebagai panglima Wilayah Pasee. Kemudian adanya kehadiran ‘wise men‘ dalam memperkuat tim mediator HDC, membawa keyakinan kepada GAM bahwa dunia sudah tidak lagi bersikap tutup mata atas apa yang terjadi di Aceh.

    Pascasyahid Teungku Lah, perundingan menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain Penghentian Permusuhan (Cessation of Hostilities) pada 2002 namun tidak semua kesepakatan ini berhasil dilaksanakan sesuai yang disepakati.

    Syahidnya seorang panglima memang menyisakan banyak cerita dan dugaan.

    Bermacam kabar kita dengar tentang kisah di balik meninggalnya Tengku Lah dari pelbagai pihak.

    Ada yang menduga bahwa kepergian Tengku Lah karena intrigue dalam pasukan dan sebagainya. Namun, dari semua kisah dan cerita, semua orang yang mengenal Teungku Lah, semua merasa kehilangan atas kepergian beliau.

    Ada juga kisah bahwa syahidnya beliau, di belakangnya ada andil pemerintah daerah. Bahwa gubernur saat itu mengirimkan sebuah surat undangan, dan di amplop surat tersebut dipasang alat diduga microchip untuk mendeteksi posisi keberadaan Tengku Lah. Juru bicara militer GAM saat itu juga menyampaikan hal yang terakhir ini di dalam rilisnya beberapa hari setelah Teungku Lah pergi.

    Ada pelajaran yang bisa diambil dalam tragedi syahid Teungku Lah yang berhubungan dengan Aceh dan Jakarta, bahwa di saat perundingan sedang dilaksanakan, saat negosiasi sedang berjalan, ada pasukan pemerintah yang bertugas sebaliknya, menyerang dan menyerbu untuk melemahkan.

    Hal serupa masih terjadi saat ini di beberapa tempat seperti di Papua, di dalam berita, pemerintah berjanji akan menyelesaikan konflik dengan cara dialog dan dengan jalan politik, sedangkan di lapangan, tentara dan polisi melakukan operasi, business as usual.

    Ini tantangan untuk pemerintah sipil di negara ini untuk benar-benar bisa mengontrol kelakuan aparat dan militer, sebab supremasi sipil harus ditegakkan dalam pemerintahan negara ini.
    Semoga Allah meluaskan kubur Tengku Lah dan semua syuhada.

    MUNAWAR LIZA ZAINAL, Warga Aceh Besar, mantan anggota tim perunding GAM di Helsinki.

     Acehkita.com

Feature