Flexslider

    Selingkuh Dengan Istri Orang, Pria Asal Pidie Digerebek Warga





    Banda Aceh � Bekas Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC) Kabupaten Pidie yang berinisial YS (47), ditangkap bersama perempuan yang berinisial MA (28), yang merupakan istri sah orang lain. Kejadian tersebut terjadi di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa malam (19/07/2016).

    Selain Ketua DPC Partai Demokrat Pidie, YS juga merupakan bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. Dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berhasil didapatkan, YS beralamat di Gampong Dayah Caleue Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie. Sedangkan pasangannya berinisial MA (28) beralamat di Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

    Keduanya digerebek oleh warga setempat di rumah tempat perempuan tinggal yang beralamat di jalan Mujahidin, Lorong Dua, Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Penggerebekan tersebut berawal adanya kecurigaan suami MA yang sering mendapatkan laporan kalau istrinya berselingkuh. MA sendiri sedang dalam proses cerai dengan suaminya.

    Informasi yang dilansir dari AJNN, usai dipergoki warga, YS dan MA langsung dibawa oleh anggota Polsek Kuta Alam ke kantor geuchik setempat. Namun saat sedang menuju kantor geuchik, YS sempat melarikan diri dengan cara meloncat dari atas sepeda motor petugas.

    �Saat sampai di depan Kantor Geuchik Lamdingin, pelaku loncat dan melarikan diri. Kemudian terjadi pengejaran oleh Babin Kamtibmas Polsek Kuta Alam, dan pelaku dapat diamankan kembali,� terang Kapolsek Kuta Alam AKP Syarif Panirogo SIK.

    AKP Syarif Panirogo juga mengatakan, ketika ditangkap pasangan tersebut masih dalam pakaian utuh. �Masih dugaan lah. Karena pakaian masih rapi. Pengakuan mereka tidak berbuat apa-apa,� ungkap Syarif.

    Selain itu, Syarif menambahkan, dari keterangan pelaku dan saksi keduanya diketahui masih memiliki pasangan masing-masing, dan masih ada ikatan pernikahan yang sah.

    Syarif menyebutkan suami sah pelaku juga berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. "Kami siap menerima laporan apabila suami berencana akan membawa ke jalur hukum. Tapi kami juga menunggu proses selanjutnya dari WH Kota Banda Aceh," ujarnya.

    Usai diamankan di kantor geuchik setempat, keduanya dibawa petugas ke kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, sesaat sebelum dibawa petugas, pelaku sempat dihakimi oleh warga, karena pelaku dianggap telah mengcoreng nama baik gampong setempat.

    Lokasi kejadian juga sempat didatangi oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal dan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Yusnardi. Juga Kapolsek Kuta Alam serta puluhan masyarakat yang datang melihat langsung pelaku.


    sumber : AJNN.net

    Jejak Sejarah Antara Aceh dan Libya

    Tewasnya mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi meninggalkan duka bagi sebagian orang Aceh. Setidaknya, itulah yang dirasakan Ligadinsyah, mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang pernah kuliah, sekaligus ikut pelatihan militer di kamp Tajura, Libya. Bagi Liga, tanpa Khadafi, tak pernah ada angkatan perang GAM. Bahkan, sebagian anggota GAM pernah jadi pengawal Khadafi.
     
    Dua tahun di Libya, meninggalkan kenangan mendalam bagi Ligadinsyah. Liga yang ketika itu masih berusia 24 tahun terpilih sebagai salah satu dari lima pemuda Aceh yang mendapat beasiswa kuliah di Al Fatah University, Tripoli, tahun 1986. Dia mengambil jurusan bahasa Arab. “Kami kuliah di sana atas rekomendasi almarhum Teungku Hasan Tiro,” kata Liga yang kini berusia 48 tahun .
     
    Menurut Ligadinsyah, tak lama setelah dia ke Libya, barulah gelombang pemuda Aceh lainnya dikirim ke sana untuk ikut pelatihan militer. “Tahun 1987, saya dipercaya sebagai penerjemah untuk kawan-kawan dalam latihan militer. Saat libur kuliah, saya juga ikut bergabung dalam pelatihan militer,” kenangnya.
    Meski pemberontakan GAM dimulai tahun 1977, pendidikan militer secara besar-besaran memang baru dimulai pada 1986-1990. Maka tumpah ruahlah sekitar seribuan pemuda Aceh ke Libya. Mereka dikirim dalam tiga gelombang. Alumni Libya inilah yang kemudian menjadi tulang punggung pergerakan GAM. Bahkan, Muzakir Manaf, mantan Panglima GAM yang kini menjadi ketua Partai Aceh adalah mantan alumni Libya.
    Terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Tripoli dan berada di pinggir laut, kamp Tajura adalah salah satu kamp pelatihan yang diperuntukkan bagi kelompok ‘bermasalah’ dengan negaranya. Khadafi menyebutnya: “pelatihan untuk orang-orang tertindas dan terzalimi di negaranya”
     
    “Setahu saya, dananya dari anggaran belanja resmi Libya. Khadafi bilang itu bantuan resmi untuk orang-orang yang terzalimi di negaranya,” kata Liga.
     
    Selain dari Aceh, pelatihan militer itu diikuti ‘pejuang’ dari Pattani (Thailand), Moro (Philipina), Amerika Latin dan Afrika.
     
    Sejauhmana kedekatan Hasan Tiro dengan Khadafi? Menurut Ligadinsyah, hubungan keduanya cukup dekat. Bahkan, Hasan Tiro dipercaya sebagai ketua Makbatabah Al Alami, sebuah lembaga nonstruktural yang menjadi penasehat politik Khadafi. 
     
    Selain itu, Tiro juga didaulat menjadi President Committee peserta pelatihan militer, membawahi peserta dari negara-negara lain. “Tingkat kepercayaannya kepada Teungku Hasan sangat tinggi. Teungku Hasan juga cukup populer di kalangan tangan kanan Khadafi,” kata Ligadinsyah.
     
    Ligadinsyah juga masih ingat benar, sejumlah lulusan terbaik GAM di Tanjura pernah menjadi pengawal pribadi di ring satu Khadafi. Baginya, Libya dan Khadafi adalah cikal bakal angkatan perang Aceh Merdeka.”Kalau Indonesia standar militernya Amerika, angkatan perang GAM dulu kiblatnya ke Libya.”
     
    Sederet kenangan dan hubungan itulah yang membuat Ligadinsyah merasa terenyuh ketika di televisi, ia melihat Khadafi tewas dan diperlakukan tidak manusiawi. “Secara pribadi saya sedih juga dan tidak simpati kepada tindakan-tindakan kekerasan seprti itu. 
     
    Apapun cerita, dia pemimpin yang pernah membebaskan Libya dari tirani Raja Idris itu dan pemimpin yang disegani di negara-negara Arab. Harusnya dia diperlakukan lebih manusiawi,” ujarnya.
     
    Kini, Khadafi dan Hasan Tiro telah tiada. Mereka pergi dengan meninggalkan jejak sejarah antara Aceh dan Libya.[]   Sumber : Atjeh Cyber Warrior

    Sering Kepergok Istri Lagi Cabuli Adik Ipar, Pria Asal Nagan Raya Ditangkap Polisi





    Nagan Raya � Seorang lelaki paruh baya beristri berinisial SG (39), warga Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, ditangkap oleh pihak Polres Nagan Raya. Penangkapan SG terkait atas laporan istrinya sendiri RH (37), dengan tuduhan dugaan melakukan pencabulan terhadap adik iparnya, sebut saja Bunga (14).

    Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi melalui Kasat Reskrim AKP Muhayat Effendie, mengatakan pelaku ditangkap pada Senin (11/07/2016) malam, di salah satu warung yang berada di kampungnya.

    �Pelaku kami amankan atas dasar laporan istrinya sendiri, dengan dugaan melakukan pencabulan terhadap adik iparnya, yaitu adik kandung dari pelapor,� kata Muhayat.

    Saat dimintai keterangan, kata Muhayat, pelaku sering memberi keterangan berbelit-belit sehingga dicurigai kebenaran terhadap adanya pelecehan yang dilaporkan oleh istrinya sendiri.

    "Ketika membuat laporan, sang istri mengaku pernah memergoki pelaku sedang melakukan pelecehan seksual terhadap korban," ungkapnya.

    Muhayat menjelaskan, dugaan pelecehan sudah beberapa kali dilakukan oleh pelaku terhadap adik iparnya, dan yang terakhir dipergoki istrinya terjadi pada 26 Juni 2016 lalu.

    �Kasus ini masih kami dalami dan pelaku masih diamankan," ujarnya.

    Atas perbuatan tersebut, pelaku sendiri terancam dijerat dengan pasal 76 E jo pasal 81 Undang�Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang�Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman diatas lima tahun penjara.


    sumber : AJNN

    Asyiknya Mudik Di Aceh Dengan Bus SuperMewah

    bus mewah di aceh


    Banda Aceh � Dalam menyambut hari raya Idul Fitri, kegiatan mudik sepertinya sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Ada yang menggunakan kendaraan pribadi, dan ada juga yang memilih tipe transportasi umum seperti bus.

    Bagi mereka yang mudik dari Aceh, sangat tak sulit memilih angkutan umum, karena ada sederet bus supermewah berupa jet bus dengan desain dan interior yang mewah siap memanjakan pemudik.

    Salah satunya adalah bus double decker atau bertingkat, Sempati Star. Bus yang digadang-gadang sebagai transportasi darat terbaik di Indonesia itu melayani trayek Banda Aceh-Medan. Bus ini menjadi salah satu favorit pemudik di Aceh.

    Interior bus mewah ini cukup memanjakan para penumpang. Kursiya luas dan empuk lengkap selimut serta bantal kecil yang lembut. Ada juga LCD untuk tiap penumpang dan lampu warna-warni yang temaram dalam bus sehingga membuat penumpang tetap nyaman.

    Bus bertipe The New Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 ini terdiri dari dua kelas. Tingkat satu supereksklusif dan tingkat dua kelas eksklusif. Lantai atas sendiri terdapat 34 kursi dengan penyangga kaki, bantal, serta selimut. Selain itu mini-LCD terpasang di tiap-tiap bagian atas kursi, persis serupa pesawat kelas bisnis. Ada audio system yang bisa dinikmati selama perjalanan.

    �Beda dengan bus yang lain, kalau seperti ini sudah seperti berada di dalam pesawat. Ada LCD-nya, jadi enggak bosan selama di jalan nanti,� kata Aini, seorang penumpang Bus Sempati Star Double Decker, saat ditemui Okezone di Terminal Terpadu Banda Aceh, Senin (04/07/2016).

    Sementara itu lantai bawah hanya tersedia empat kursi. Fasilitas yang cukup mumpuni membuat pemudik benar-benar seperti berada di pesawat kelas bisnis.

    �Kalau seperti ini sudah seperti kelas bisnis di pesawat nih,� kata Ari, penumpang bus lainnya yang hendak mudik ke Medan, Sumatera Utara.

    Fasilitas lain dimiliki bus itu adalah karaoke, layar datar besar di depan tiap penumpang, serta minibar untuk lantai bawah. Sehingga walaupun harga tiket bus ini mahal, penumpang tak segan merogoh koceknya.

    Selain itu di sisi pinggir kursi yang berbatasan langsung dengan dinding bus, terdapat port USB, headset, serta beberapa tombol lain.

    �Kalau harga memang agak mahal, saya jalan ke Medan harganya Rp500 ribu. Biasanya sekira Rp200-an kalau naik bus biasa. Katanya harga itu sudah dinaikkan sementara 20 persen selama jelang Lebaran,� kata seorang penumpang bernama Rizki.

    Harga satuan per kursi untuk bus ini lebih tinggi daripada menggunakan bus biasa. Bila lantas bawah hingga menyentuh angka Rp500 ribu per kursi. Lantai atas sedikit ekonomis yakni Rp300 ribu per kursi.

    Bus double decker juga dilengkapi dengan toilet di belakang penumpang lantai dasar. Di samping toilet berdiri tangga yang menghubungkan antara lantai pertama dengan atas. Bus ini bisa melaju dengan kecepatan 150 kilometer per jam tanpa mengusik kenyamanan penumpang di dalamnya.

    Selain bertingkat, ada bus eksklusif lain di Aceh yang tak kalah seru. Misalnya bus tronton dan patas lainnya dengan interior dan desainnya yang di atas rata-rata, full-AC, dan lengkap fasilitas wifi. Tinggal pilih saja busnya, ada Sempati Start, Kurnia, Anugerah, Pelangi, Putra Pelangi, PMTOH, Harapan Indah, Royal, dan lainnya.


    via okezone

    Abu Paloh Gadeng : Kekuatan Politik Resmi Di Aceh Adalah PA

    abu paloh gadeng

    Aceh Utara - Salah satu ulama asal Aceh, Abu Mustafa Paloh Gadeng atau yang kerap di sapa Abu Paloh Gadeng mengatakan kekuatan politik yang resmi di Aceh adalah kekuatan politik Partai Aceh (PA).

    Hal ini disampaikan oleh ulama Aceh tersebut di hadapan rombongan Ketua Gerindra Aceh yang juga calon Wakil Gubernur Aceh, Teuku Al Khalid, beserta rombongan yang bersilaturahmi ke Dayah Abu Mustafa Paloh gadeng di kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

    Pertemuan sekitar pukul 11:00 WIB siang pada Senin (27/06/2016) di kediaman Abu Paloh Gadeng, sebelum rombongan bertolak menuju kota Langsa.

    �Kekuatan politik yang resmi di Aceh adalah kekuatan partai PA,� tegas Abu Paloh Gadeng.


    sumber : lintasnasional

    Bertemu Gubernur Aceh, Warga Sri Lanka Malah Minta Kapal Baru


    warga sri langka dan zaini



    Aceh Besar - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah alias Doto Zaini mengunjungi warga Sri Lanka etnis Tamil yang terdampar di Pantai Lhoknga, Sabtu (11/06/2016) lalu. Kunjungan orang nomor satu Aceh tersebut untuk melihat langsung kondisi para pencari suaka itu, Jumat (17/06/2016).

    Dalam kunjungan itu, Doto Zaini juga menyerahkan sejumlah bantuan baik makanan dan peralatan lainnya. Abu Doto datang ke lokasi didampingin oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi dan beberapa kepada Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) lainnya.

    Doto Zaini sempat berbincang dengan salah seorang perempuan warga Sri Lanka. Anehnya, para pencari suaka itu malah meminta kapal baru kepada Pemerintah Aceh. Alasannya, kapal yang mereka tumpangi sudah tak layak lagi berlayar.

    "Mereka minta kapal baru kepada saya. Katanya kapal yang sekarang sudah banyak rusak dan tidak layak lagi berlayar," kata Zaini Abdullah mengulangi ucapan warga Sri Lanka itu.

    Pemerintah Aceh, kata Abu, sudah memperbaiki mesin kapal yang dinyatakan rusak. Permintaan bahan bakar sebanyak tujuh ton juga sudah dipenuhi oleh Pemerintah Aceh.

    "Semua sudah kami penuhi. Apabila cuaca mendukung, warga Sri Lanka akan segera ditarik ke perbatasan laut Indonesia," ungkap Abu Doto.


    sumber : AJNN

    Bermesraan Di Belakang Hotel Medan, Sepasang Kekasih Diamankan WH

    ilustrasi
    ilustrasi 


    Banda Aceh � Tim satuan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh mengamankan sepasang kekasih non-muhrim di belakang Hotel Medan, Gampong Peunayong Kecamatan Kuta Alam pada Selasa (14/06/2016) malam kemarin.

    Wanita yang diamankan berinisial Mur (26), warga asal Gampong Alue Kiran Kecamatan Seunodon Aceh Utara. Mur merupakan pekerja di sebuah laundry di Lamteumen Barat. Sedangkan pasangan prianya berinisial Isw (26) merupakan warga Desa Bagok Panah Dua Kecamatan Darul Aman Aceh Timur, sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

    Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh Evendi A Latief menyebutkan, pasangan kekasih itu terlebih dahulu diamankan warga sekitar pada pukul 20.00 WIB. Kemudian petugas menjemput pelaku pada pukul 23.00 WIB, setelah petugas piket menerima laporan penangkapan pasangan tersebut.

    �Sekitar pukul 23.00 WIB kita jemput dari lokasi, dan berdasarkan pengakuan pelaku, mereka duduk berduaan dan sempat bermesraan,� kata Evendi, Kamis (16/06/2016).

    Dikatakan Evendi, pihaknya hanya melakukan pembinaan dan memanggil orang tua pelaku. Keduanya juga diharuskan wajib lapor selama tiga kali.

    Mur dan Isw telah melanggar Pasal 23 ayat (1) mengenai Khalwat Jo. Pasal 25 ayat (1) mengenai Ikhtilath dalam Qanun No 6/2014 tentang Hukum Jinayat.

Feature